About Us

“Khoirul Fahmi, biasa dipanggil Fahmi, lahir di Bojonegoro pada 6 Maret 1995. Fahmi adalah anak pesantren tulen yang SD, SMP, dan SMA-nya dihabiskan di pesantren dan asrama. Sejak usia SD, Fahmi sudah menghafalkan Al-Qur’an di Pondok Yanbu’ul Quran Kudus. Di tahun pertamanya menghafal, Fahmi berhasil menghafalkan 16 juz. Fahmi lalu khatam saat awal kelas III SD dan wisuda tahfidz saat kelas IV SD. Selepas itu, Fahmi lalu pindah ke Pondok Al-Mukmin Ngruki sampai tamat SMP. Masa SMA Fahmi lalui dengan menyenangkan dan berkesan di salah satu sekolah paling top di Indonesia, MAN Insan Cendekia Serpong. Fahmi lalu melanjutkan studi di FK UGM sembari mengajar tahfidz di Rumah Tahfidz Al-Falah Minomartani. Di tahun ketiga kuliahnya, Fahmi mendapat beasiswa prestisius yang seleksinya begitu ketat, yakni Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa). Fahmi terbilang talk-active, kendati dia mengaku introvert. Hobinya membaca, mengamati, dan berdiskusi ditambah pengalaman hidupnya yang luar biasa membuat Fahmi berwawasan luas sehingga yang dibicarakan pun sering isinya ilmu semua. Fahmi juga orang yang sangat perasa dan nggak enakan. Fahmi tertarik dengan bidang kebijakan kesehatan dan berencana untuk mendalaminya di kemudian hari. Fahmi sekarang sedang menjalani kepaniteraan kedokteran sampai Maret 2019, insyaa Allaah.” – @zhriftikar –

 

“Zahratul Iftikar Jadna Masyhida, biasa dipanggil Zahra meski sempat bingung karena ketika awal kenal saya tahunya Jedn. Lahir pada 6 April 1995, Zahra sempat menjadi bungsu dari tiga bersaudara sebelum akhirnya ketambahan adik baru yang berselisih 18 tahun. Zahra menghabiskan masa wajib belajar 12 tahunnya di SD Muhammadiyah Karangkajen II, SMPN 2 Yogyakarta, dan SMAN 1 Yogyakarta. Selanjutnya, karena “kecelakaan” SNMPTN, Zahra melanjutkan studi di FKG UGM pada tahun 2013. Selama kuliah, Zahra termasuk mahasiswi yang sangat aktif di berbagai organisasi dan kepanitiaan. Apalagi, ketika Zahra mendapatkan beasiswa Rumah Kepemimpinan, saat itu masih PPSDMS Nurul Fikri, kapasitas dan kualitasnya jadi makin komplet. Ada dua hal yang sangat Zahra sukai yaitu tentang bisnis dan buku. Maka, wajar jika buku-bukunya Zahra adalah buku bisnis dan manajemen kelas internasional, nggak nyambung dengan jurusan kuliahnya. Zahra adalah tipe orang yang kalau punya keinginan kaya orang ngidam. Entah bagaimana caranya harus keturutan. Untungnya, Zahra bukan orang yang banyak permintaan. Saat ini, Zahra sedang berjuang “memahalkan” dirinya dengan menyelesaikan studinya dan me-mutqin-kan hafalan Al-Quran-nya. Harapannya, keduanya bisa menjadi batu loncatan untuk menggapai sekian banyak cita-citanya yang sangat futuristik dan visioner. Saking banyak cita-citanya, kalau diceritakan bisa untuk dongeng sebelum tidur. Satu hal yang paling saya kagum dari Zahra adalah pola pikirnya yang solving-problem minded.” – @khoir.al.fahmi –