Grup Isi Berdua

“Sayang, kita bikin grup WA berdua aja, yuk.” Kata Dek Zahra ketika awal nikah dulu.
Saya langsung berpikir, ini orang sakit apa ya. Kalau cuma berdua ngapain juga pakai grup. Chat langsung kan juga bisa.
“Yaaa…? Yaaa…? Nanti Mas Fahmi bakal tau gimana manfaatnya.” Lanjutnya sambil merajuk.

Menatap matanya yang begitu, saya pun luluh. Segera saya buat grup WA dan anggota grupnya, khusus kami berdua. Grup itu kita beri nama Manten Anyar.

Dan begitulah seiring waktu berjalan, saya mulai memahami mengapa memang sebaiknya kami membuat grup WA yang isinya hanya berdua ini. Ya, kami bisa saling menitipkan foto pribadi, menyimpan pesan cinta, dan kegiatan privasi lainnya. Maka, akhirnya ketika Dek Zahra meminta saya kembali untuk membuat grup lain yang isinya hanya berdua lagi, saya langsung mengiyakan. Grup kedua itu kami beri nama Amalan Yaumiyah.

Dan sampai hari ini, total kami punya 6 grup WA yang anggotanya hanya berdua. Untuk lebih mudahnya, maka saya ganti nama menjadi ruang-ruang. Ya, ibarat rumah di dunia nyata, whatsapp kami pun dibuat dengan ruang-ruang khusus untuk kami berkomunikasi dan beraktivitas sebagai sebuah keluarga. Barangkali, jika kelak kami punya anak, kami perlu membuat grup Ruang Pribadi untuk kami berdua sendiri karena grup Ruang Keluarga akan mendapat tambahan personil. Atau mungkin ketambahan grup Dapur untuk berkomunikasi terkait menu makanan harian kita. Mungkin terkesan aneh dan kurang efektif, namun sejauh ini kami merasa sangat terbantu dan nyaman dengan grup isi berdua saja ini.

*****

Di setiap enam grup tersebut, tentu ada fungsinya masing-masing. Kami membuatnya tentu ada alasan dibaliknya. Misalnya, grup pertama kami bernama Ruang Keluarga. Awalnya, grup ini lahir dengan nama Manten Anyar. Seiring berjalannya waktu akhirnya berubah nama sesuai fungsinya. Di grup ini, semua percakapan dan dokumen pribadi, dan segala bentuk titipan mulai dari nasehat, bahan bercandaan, persiapan mengisi materi, kumpulan tulisan kami, tersimpan di grup ini. Jadi, misalnya kami butuh cerita lucu atau mengingat momen bahagia, tinggal buka saja grupnya, dan kami bisa berbahagia dan lebih bersyukur dengan cara yang sangat simpel, klik.

Grup kedua adalah grup Amalan Yaumiyah. Di dalam grup ini, terdapat kurang lebih 40 jenis amalan yaumiyah yang harus kita kejar dan selesaikan dalam satu hari. Amalan yaumiyah ini kita lombakan setiap harinya supaya memacu motivasi untuk melaksanakannya. Sesuai fungsinya, sekarang nama grup ini berubah menjadi Ruang Ibadah. Setiap minggu, kami akan merekap, dan siapa yang menang berhak menentukan hukuman buat yang kalah. Hukuman yang diberikan harus positif dan konstruktif, misalnya hafalan hadits/ayat, baca Al-Quran atau buku lain, dan lain sebagainya.

Grup ketiga, adalah Ruang Aktivitas. Di grup ini isi obrolannya adalah soal rencana esok hari, jadwal kegiatan harian, to do list dan sejenisnya. Intinya, grup ini adalah untuk berkomunikasi terkait dengan aktivitas pekerjaan atau yang berada di luar rumah. Melalui grup ini, kami bisa saling memberi kabar dan bertanya, “Lagi ngapain?”, “Hari ini mau ngapain aja”, atau sekedar memberi semangat dan selamat, seperti “Semangaaaat kuliahnya hari ini, Sayaaaang.” dan sejenisnya. Kami juga bisa saling mengingatkan seandainya ada aktivitas yang terlewat.

Grup berikutnya adalah Ruang Mengaji. Grup ini awalnya berangkat dari kebingungan kita bagaimana cara menyetorkan hafalan dan murojaah saat sedang terpisah jarak. Lagi-lagi, ide grup isi berdua memberikan manfaat. Kami membuat grup berdua lagi khusus hanya untuk setoran hafalan dab murojaah, baik Al-Quran maupun hadits. Di sini, terdapat list apa saja yang harus dihafal dan rekaman setoran masing-masing diantara kami sekaligus koreksi maupun revisinya. Persis seperti grup ODOJ, namun berbeda fungsi dan mekanisme saja.

Grup kelima adalah grup Ruang Tamu. Grup ini awalnya muncul dari kebingungan kita bagaimana supaya tidak berkhalwat dengan lawan jenis lain saat sedang chatting. Maka, ibarat sebuah rumah, maka kami juga harus punya ruang tamu untuk bisa berkomunikasi dengan lawan jenis tanpa harus berkhalwat dalam chatroom. Para tamu kita di dunia maya, awalnya mereka selalu kebingungan mengapa tiba-tiba masuk grup baru. Maka, kita sebagai tuan rumah memiliki prosedur tetap untuk menjelaskan maksud dan tujuan awalnya. Mereka diberikan kebebasan untuk melanjutkan atau tidak. Alhamdulillaah, sejauh ini tidak ada tamu yang tidak berkenan dengan ruang tamu kami yang sangat sederhana ini.

Grup terakhir adalah grup tentang sebuah Tempat Sampah. Grup ini berisi tentang daftar kebiasaan buruk yang ingin kita hilangkan. Misalnya, seperti tidur di kelas, nerobos lampu kuning di traffic light, melupakan sesuatu yang kecil, dan lainnya. Di sini, seperti grup amalan yaumiyah, kita akan mengabsen setiap hari dari poin kebiasaan buruk tersebut, apakah masih dilakukan atau tidak. Parameter kebiasaan buruk ini hilang adalah tidak dilakukan dalam 3 bulan. Ya, waktu yang cukup panjang namun cukup memotivasi untuk memaksa kita berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

*****

Pada akhirnya, saya sadar betul dan semakin menguatkan keyakinan saya bahwa Allaah swt memang tidak pernah salah menciptakan sesuatu. Sesuatu yang kadang kita pandang buruk atau tak bermanfaat selalu ada manfaatnya. Karena kata Allaah swt di dalam Al-Quran jelas,

“Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” (Aali Imraan 191).

Ya, begitulah awalnya ketika Dek Zahra mengajak saya membuat grup isi berdua, kesannya absurd dan tak bermanfaat. Ternyata, saya masih cukup bodoh untuk bisa memahami manfaat besar dari grup isi berdua ini.

Barangkali, begitulah kita dalam kebanyakan hidup ini. Ketika Allaah swt menyuruh kita ini dan itu, sementara secara logika dan akal kita tidak masuk, maka janganlah kemudian mundur dan menentang. Cobalah dulu untuk mendalami dan mempelajari, inSyaaAllaah kita akan menemukan manfaat yang ingin kita dapatkan darinya. Allaahul muwaffiq.

Allaahumma alhimnaa rusydinaa, wa faqqihnaa fid diin, wa ‘allimnaa at-ta’wiil…

One thought to “Grup Isi Berdua”

  1. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
    Bagus blognya ukhty dan ikhwan. Hihi. Awalnya baca sempet aneh n bingung tapi akhirnya saya mencoba ikuti cerita bagus . Semoga ada blog2 lainnya tentang apa saja dalam kehidupan islam min
    Terima kasih n maaf kalau ada salah kata
    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *