Ketika Kemapanan Melahirkan Kelemahan

 

Genre : Action & adventure, Comedy, Drama, Science Fiction & Fantasy

Pemeran : John Spartan (Christoper Stallone), Simon Phoenix (Wesley Snipes), Lenina Huxley (Sandra Bullock), dll

Tahun rilis : 1993

Durasi : 115 menit

Studio : Warner Home

 

“Hari-hari sulit akan melahirkan orang-orang hebat. Orang-orang hebat akan membuat kemakmuran dan kemewahan. Kemakmuran dan kemewahan akan melahirkan orang-orang lemah. Orang-orang lemah akan membuat hari-hari sulit”

Ibnu Khaldun –

 

Alkisah, ada seorang polisi bernama John Spartan. Ia hebat, sangat hebat. Tubuhnya begitu kekar dan berotot. Badannya tegap dan gagah. Jiwanya begitu berani menumpas kejahatan. Tidak ada yang berani melawan seorang John Spartan. Bahkan seorang Simon Phoenix, seorang penjahat yang sebelumnya gagal ditangkap oleh puluhan polisi, berhasil ia tangkap sendirian.

Tapi apesnya, demi menangkap Simon, John harus mengorbankan 30an warga sipil. Karena kecerobohannya itu, ia ditanggap dan dipenjara cryo selama 40 tahun. Ia dibekukan hingga seluruh tubuhnya tidak bermetabolisme.

Tiga puluh dua tahun kemudian, Simon yang juga dipenjara cryo dibebaskan. Penjara ternyata tidak juga membuat Simon jera. Ia terus saja membuat ulah dan perbuatan kriminal.

Tapi dunia yang ditemui Simon sudah jauh berbeda dengan dunianya dulu. Kemajuan teknologi dan ekomoni membuat kota begitu makmur. Tidak ada lagi kejahatan sekecil apapun. Bahkan berkata kotor, makan daging, lagu-lagu rock, having sex, semuanya dianggap kuno dan dilarang. Warga kota, termasuk juga polisinya, menjadi orang-orang yang begitu halus dan sopan. Para polisi sudah tidak kuat dan hebat lagi karena tidak pernah menghadapi kasus kriminal yang serius. Otomatis, Simon tidak punya lawan yang setimpal.

Karena itulah, John Spartan akhirnya dibebaskan. Misinya jelas, untuk menangkap Simon. Singkat cerita, John berhasil membunuh Simon dan membuat kota aman kembali.

***

Ketika menonton film itu, sebenarnya baik saya maupun Fahmi banyak berkomentar bahwa banyak adegan yang terbilang ‘lebay’. Pun, latar, sinematografi, kualitas pengambilan gambar, dan beberapa aspek lain kami sepakati tidak begitu bagus. Tapi bagi saya, film ini memiliki makna yang begitu dalam.

 

Demolition man adalah sebuah gambaran yang mewakili quote yang sering kita dengar. Bahwa pelaut ulung tidak dilahirkan di laut yang tenang. Pun sebaliknya, laut tenang tidak melahirkan pelaut ulung. Film ini juga menggambarkan dengan baik quote Ibnu Khaldun yang saya catut di atas, yakni “Hari-hari sulit akan melahirkan orang-orang hebat. Orang-orang hebat akan membuat kemakmuran dan kemewahan. Kemakmuran dan kemewahan akan melahirkan orang-orang lemah. Orang-orang lemah akan membuat hari-hari sulit”.

***

John Spartan dan Simon Phoenix hidup di zaman ketika ketimpangan sosial sedang tinggi-tingginya. Ketimpangan sosial ini menyebabkan angka kriminalitas melonjak naik. Selain orang dihadapkan pada persoalan ekonomi, ia juga dihadapkan pada persoalan sosial pada masyarakatnya. Singkat kata, pada zaman itu, hidup serba sulit karena terlalu banyak persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.

Namun kemudian, masalah itulah yang kemudian mendorong orang untuk menciptakan solusi. Sedikit demi sedikit masalah terselesaikan, hingga muncullah tatanan masyarakat yang aman, damai dan sejahtera. Para penduduk akhirnya dapat hidup nyaman tanpa masalah yang berarti.

Tapi rupanya, hidup tanpa masalah adalah masalah itu sendiri. Karena what doesn’t kill you will make you stronger. Semakin sering orang menghadapi dan berusaha menyelesaikan masalah, akan terasah kemampuannya. Sebaliknya, seseorang yang jarang menghadapi masalah, akan tumpul kemampuannya. Katakanlah masalah adalah mesin cuci, sedang manusia adalah baju kotornya. Jika baju kotor masuk ke mesin cuci, ia akan keluar dengan lebih bersih, lebih baik. Sebaliknya, jika baju kotor dibiarkan begitu saja tanpa dicuci, ia akan tetap kotor.

Maka, bersyukurlah jika diberi masalah. Karena bisa jadi masalah itu adalah sebuah cara Allaah untuk mendidik kita menjadi orang yang jauh lebih baik. Bahkan Allaah sendiri yang bilang, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allaah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (Al-Ankabut: 2).

Ya, masalah adalah salah satu cara Allaah mendidik kita. Tidak hanya supaya kita menjadi orang yang lebih baik dalam ukuran dunia, tapi lebih baik juga dalam ukuran akhirat. Pun Allaah sudah pernah berjanji bahwa, “Allaah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (Al-Baqarah: 286). Jadi memang semua masalah yang Allaah beri sudah Ia ukur sesuai kemampuan orang yang Ia beri masalah. Tinggal kemudian bagaimana penyikapan kita terhadap masalah itu. Apakah membuat kita putus asa dan menjauh dari-Nya, atau justru menjadikannya tantangan dan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikannya disertai dengan ikhtiar untuk juga mendekat kepada-Nya.

Dulu, kalau sedang menghadapi suatu masalah dan menceritakannya ke Ummi, Ummi saya selalu bilang,

“berbahagialah adek karena masih dipercaya Allaah untuk menghadapi masalah itu. Barangkali Allaah lagi kangen sama adek untuk lebih rajin do’a, lebih khusyu’ shalat, lebih banyak sedekah, lebih-lebihlah ibadahnya. Barangkali Allaah pengen mendidik adek untuk jadi orang yang lebih sabar, lebih shalihah, lebih terampil, lebih lebih hatinya, lebih-lebihlah pokoknya. Jangan pernah berputus asa atas masalah yang Allaah kasih. Karena masalah itu adalah salah satu bentuk kasih sayang (rahmat) Allaah. Kalau kita putus asa, berarti kita termasuk orang kafir. Na’udzubillahimin dzalik. Nggak mau kan jadi orang kafir?” 

Aih, semoga kita senantiasa diberi kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi setiap ujian yang Allaah beri. Semoga Allaah masukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang beriman dan kumpulkan kita dalam sebaik-baik Jannah-Nya.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *