Haruskah Pacaran?

… “Sudah pacaran berapa lama?” Tanya Pak Lurah sambil tersenyum. “Wah, maaf, Pak. Kami tidak pacaran.” “Lho, sek ndak bisa gitu. Ini dijodohin berarti? Atau dipaksa?” Tanya Pak Lurah lagi mendadak berubah tampak kurang senang. “Iyaa, Pak. Dijodohin sama Allaah.” Jawab saya sambil cengengesan. “Lha ini, yang begini ini, yang nggak pakai pacaran gini yang […]

Read More

Menjaga Perempuan

Tulisan ini adalah sebuah korespondensi dari banyaknya komentar yang masuk ke private chat saya tentang mengapa saya membatasi perempuan pergi keluar rumah. Sebelumnya, saya membuat tulisan berjudul Fitrah Perempuan di sini, lalu ada beberapa orang yang mempertanyakan, entah karena kurang puas atau tidak sepakat. Maka, di sinilah saya hendak menjelaskan mengapa saya memilih untuk membatasi […]

Read More

Just Appreciate It

Ada satu hal yang selalu saya coba untuk budayakan dalam keluarga, yaitu tentang memberi apresiasi. Seringkali, saya memaksa orang untuk memberi apresiasi pada orang terdekat saya atau sebaliknya, meski hanya sekedar, “hmmm…okey”, “oooh, gitu” ketika berbicara, atau sekedar “terima kasih” saat dibantu sesuatu, dan ungkapan penghargaan lainnya. Bagi saya, budaya apresiasi ini adalah suatu yang […]

Read More

Tentang Rezeki

Barangkali banyak yang bertanya, bagaimana bisa seorang mahasiswa semester akhir yang sedang mengerjakan skripsi dapat tiba-tiba memutuskan untuk menikah dengan mahasiswa ko-ass kedokteran yang hampir setiap semester mengajukan keringanan UKT. Barangkali banyak yang bertanya pula, bagaimana bisa mereka berdua bertahan hidup terpisah dari orangtua tanpa dibiayai orangtua kecuali untuk biaya pendidikan saja. Barangkali banyak yang […]

Read More